Saturday, May 26, 2007

American Idol 2007 Review

(click names or picture below to directed link)



Meet The Judges or The Contestants
=======================================================
=======================================================
American Idol Past Winners..
Kelly Clarkson, Ruben Studdard, Fantasia Barrino, Carrie Underwood, Taylor Hicks

Who's the next American Idol...??
=======================================================


=======================================================
Finale Highlight
Jordin Sparks versus Blake Lewis


=======================================================
=======================================================

Episode (Top 3 - 12) Review Highlight

Melinda Doolittle, LaKisha Jones, Chris Richardson, Phil Stacey, Sanjaya Malakar, Haley Scarnato, Gina Glocksen, Chris Sligh, Stephanie Edwards, Brandon Rogers

=======================================================

=======================================================

Episode (Top 24) Review Highlight

Antonella Barba, Sabrina Sloan, Jared Cotter, Sundance Head, Alaina Alexander, Leslie Hunt, A.J Tabaldo, Nicholas Pedro, Amy Krebs, Nicole Tranquillo, Rudy Cardenas, Paul Kim

=======================================================

Love Is Cinta: Declare Your Love Before It's Too Late!


Release: 16 Mei 2007
Genre: Drama/Romance, Teenage
Cast: Irwansyah, Acha Septriasa, Raffi Ahmad, Andhika Pratama, Juwita Maritza, Henidar Amroe, Unique Priscilla, Tio Pakusadewo

Director: Hanny R. Saputra

Scenario: Armantono

Producer: Chand Parvez Servia - Starvision

(click to download music)


=========================================================


Resensi:


Ryan (Irwansyah) dan Cinta (Acha Septriasa) bersahabat sejak lama dan mereka baru saja lulus SMA. Meskipun Ryan dan Cinta sedemikian dekatnya, tetapi mereka tidak pernah bisa mengetahui cara mengungkapkan hubungan mereka karena diantara mereka hanya sempat terucap kata “love” yang diterjemahkan sebagai “sayang”, suatu ungkapan yang menimbulkan ketidakpastian, bahkan sampai ketika mereka harus berpisah karena Ryan akan melanjutkan sekolahnya ke Amerika. Namun suatu peristiwa mengubah segalanya. Cinta terpukul karena Ryan ‘pergi’ tanpa memberi kepastian hubungan mereka, sedangkan Ryan merasa dirinya harus ‘menyampaikan kepastian’, bahwa ‘ada cinta’ darinya untuk Cinta. Ryan merasa urusan yang belum diselesaikan ini sungguh menggelisahkan jiwanya. Ia tidak akan pergi sebelum memberikan kepastian hubungannya walaupun Ryan harus menjadi orang lain, yaitu Doni (Raffi Ahmad).

Dia berusaha menghubungi Cinta akan tetapi menemui kesulitan. Bahkan orang tuanya pun tidak bisa mempercayai bahwa dirinya sesungguhnya adalah Ryan. Persoalan semakin bertambah rumit ketika Ryan mengetahui bahwa Doni sesungguhnya adalah seorang homo sehingga kemunculannya kembali disambut dengan sangat mesra oleh Papi (Sabar), pacar Doni.

Berbagai cara dilakukan Ryan untuk membuktikan cintanya karena disamping waktu yang dimilikinya singkat, juga karena Cinta kini telah dekat dengan Ivan (Andhika Pratama). Dengan berbagai cara Ryan akhirnya berhasil meyakinkan orang tuanya (Henidar Amroe dan Tio Pakusadewo), dan juga pada Mona (Juwita Maritza) adik Cinta. Akan tetapi Ryan justru gagal meyakinkan Cinta. Cinta memang merasa bahwa Doni benar-benar mirip Ryan, tetapi ia sama sekali tidak bisa menerima orang yang dihadapinya sesungguhnya adalah Ryan. Mona terus berusaha meyakinkan Cinta. Cinta menjadi ragu tapi tetap sulit menerimanya.

Ryan sudah putus asa karena waktu yang diberikan kepadanya sudah habis. Namun ia sempat berkata kepada Cinta, di saat terakhirnya akan pergi ke tempat yang biasa didatanginya bersama Cinta, untuk mengatakan hal yang selama ini belum sempat diucapkannya. Ryan pergi ke tempat itu di saat-saat terakhir. Di saat yang sama, Ivan yang telah semakin dekat dengan Cinta, menyatakan cintanya. Cinta menjadi bimbang hingga pada akhir yang menentukan, Cinta tetap memilih pergi meninggalkan Ivan dan menuju ke tempat biasa dia bertemu Ryan.

Di tempat itu, di saat-saat menentukan, Cinta datang untuk mendapatkan kepastian sehingga akhirnya Cinta bukan saja mendapatkan kepastian yang dihadapinya benar Ryan, tetapi juga kepastian akan hubungan mereka yang belum pernah terucapkan. Ryan membawa Cinta dalam sebuah moment tak terlupakan, dan kini Cinta juga Ryan mempunyai kesempatan untuk mengucapkan kata-kata yang selama ini belum pernah terucapkan. Mereka tahu bagaimana kata “love” harus diterjemahkan, Cinta. Love is cinta


=========================================================

Critics and Comments:

Tema

Film ini akan mengingatkan kita dengan


Ghost (Demi Moore & Patrick Swayze) dan


Fly Me To Polaris (Cicilia Cheung & Richie Ren).


Kedua film tersebut terbukti mampu menguras air mata penontonnya, tetapi untuk LIC saya agak ragu bahwa penonton dapat "menangis darah" setelah menyaksikannya. Mungkin bagi beberapa remaja cewek, akan dengan mudah "tersentuh" pada saat menyimak film dan mendengar soundtrack-nya.

Kesan membosankan juga saya rasakan selama hampir 2,5 jam. Relatif standar dan mudah ditebak! Dan saya mengangguk setuju ketika sahabat saya berkata "Visual Effect di ending film-nya akan menjadi bahan celaan...!!"

Hahaha....


Karakter

Hampir semua pemain masih terlihat "kosong" dalam memerankan. Seperti halnya Irwan dan Acha, sepertinya masih terjebak dalam karakternya di film Heart. Tidak jauh beda dengan Raffi. 2 pemeran baru, Andhika Pratama dan Juwita Maritza - adik kandung Acha- juga seakan-akan masih meraba-raba perannya. pfufh...!!!

Meskipun sudah agak lebih baik ketimbang film dan sinetron yang mereka perankan sebelumnya, saya pikir mereka perlu belajar lebih banyak lagi..


Overall

Saya hanya bisa memberi 2 dari 5 jempol - terdengar miris mungkin, tetapi masih banyak yang memberikan komentar "BASI" pada film ini, bahkan banyak yang tidak merekomendasikan film ini untuk ditonton.

Dalam review dari beberapa media massa, film ini hanya mengandalkan angle atau view yang menawan. Berlokasi syuting di Jakarta dan Bandung, film ini masih juga menangkap banyaknya "spot-spot" yang aneh.

Meski tidak begitu yakin dapat mengulang kejayaan film Heart, tetapi paling tidak Love Is Cinta dapat masuk dalam jajaran Box Office Indonesia, tentunya karena film ini pas ditonton oleh kebanyakan remaja dan movigoers yang penasaran.

Kesan yang sama juga bisa dirasakan dalam Soundtrack film ini "Ada Cinta" yang juga dibawakan oleh Acha dan Irwan. Dengan suara yang masih pas-pasan, saya pikir masih bisa masuk top airplay di radio, tetapi tidak terlalu menggema seperti single My Heart.


=========================================================


=========================================================